Jumat, 27 September 2013

Ilmu Tauhid

RESUME BUKU
Judul               :  Ilmu Tauhid
Pengarang       :  Drs. H.M. Yusran Asmuni
Penerbit           :  PT. Raja Grafindo Persada Jakarta
                                    (Cetakan Pertama, Maret 1993)

1. PENGERTIAN ILMU TAUHID, NAMA-NAMANYA YANG LAIN, MANFAAT, TUJUAN DAN SUMBERNYA
A. Pengertian Ilmu Tauhid
Perkataan tauhid berasal dari bahasa Arab yaitu wahhada,  yuwahhidu. Secara etimologis tauhid berarti keesaan. Maksudnya yaitu atikad atau keyakinan bahwa Allah SWT adalah Esa, Tunggal, Satu.
B.  Nama-nama Ilmu Tauhid
1)   Ilmu tauhid, karena pokok bahasanya dititikberatkan kepada keesaan Allah SWT.
2)   Ilmu kalam, karena pembahasannya mengenai eksistensi Tuhan dan hal-hal yang berhubungan dengan-Nya digunakan argumentasi-argumentasi filosofis dengan menggunakan logika atau mantik.
3)   Ilmu ushuluddin, karena obyek bahasan utamanya adalah dasar-dasar agama yang merupakan masalah esensial dalam ajaran Islam.
C.  Manfaat, Tujuan  dan Sumber Ilmu Tauhid
Tauhid sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia, yaitu bukan hanya sekedar memberikan ketentraman batin dan menyelamatkan manusia dari kesesatan dan kemusyrikan, tetapi juga berpengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan perilaku keseharian seseorang. Tauhid tidak hanya berfungsi sebagai akidah, akan tetapi berfungsi pula sebagai falsafah hidup.
Kehadiran tauhid sebagai ilmu merupakan hasil pengkajian para ulama terhadap apa yang tersurat dan tersirat di dalam al-Qur’an dan hadis. Ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis itu mereka teliti secara intensif sehingga mereka berhasil merumuskannya menjadi suatu disiplin ilmu tersendiri. Tokoh yang dianggap pemula dalam penyusunan ilmu ini adalah Abu al-Hasan Ali al-Asy’ari (260-324 H/873-935 M ).

2. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN  ILMU TAUHID
A. Lahirnya Ilmu Tauhid
Munculnya ilmu tauhid disebabkan oleh 2 faktor yaitu,
1)   Faktor intern
a.     Al-Qur’an, disamping berisi masalah ketauhidan, kenabian, dan lain-lain, berisi pula semacam apologi dan polemik, terutama terhadap agama-agama yang ada pada waktu itu.
b.   Pada periode pertama, masalah keimanan tidak dipersoalkan secara mendalam.
c.    Masalah politik, terutama yang berkenaan dengan khalifah.
2)   Faktor  ekstern
a.    Pola pikir ajaran agama lain yang dibawa oleh orang-orang tertentu.
b.   Sebagian umat islam ada yang mempelajari filsafat Yunani dan ilmu pengetahuan lainnya untuk kepentingan dakwah.

3. Tauhid Dalam AL-Qur’an dan Al-Hadis
Pada dasarnya inti pokok ajaran al-Qur’an adalah tauhid. Nabi Muhammad SAW diutus Allah kepada umat manusia adalah juga untuk mengajarkan ketauhidan tersebut. Karena itu, ajaran tauhid yang terdapat di dalam al-Qur’an dipertegas dan diperjelas oleh Rasulullah SAW sebagaimana tercermin dalam hadis-hadisnya.
Sebagaimana dikatakan terdahulu, inti dari tauhid adalah keyakinan bahwa Allah SWT Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia. Penegasan Allah SWT dalam al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah SWT itu Maha Esa antara lain :
a.    Surat al-Ikhlas ayat 1-4
b.   Surat al-Zumarayat 4
c.    Surat al-Baqarah ayat 163
d.   Surat an-Nisa ayat 171
e.    Surat al-Maidah ayat 73
f.    Surat al-Anbiya ayat 22

4. Ruang Lingkup Pembahasan Ilmu Tauhid
Aspek pokok dalam ilmu tauhid adalah keyakinan akan eksistensi Allah Yang Mahasempurna, Mahakuasa, dan memiliki sifat-sifat kesempurnaan lainnya. Keyakinan ini akan membawa seseorang kepada kepercayaan akan adanya malaikat, kitab-kitab Allah, rasul, takdir, kehidupan sesudah mati dan melahirkan kesadaran akan kewajibannya kepada Sang Khalik (Pencipta). Adapun ruang lingkup pembahasan dalam ilmu tauhid yaitu:
a.    Hal-hal yang berhubungan dengan Allah SWT (mabda), meliputi: takdir
b.   Hal-hal yang berhubungan dengan utusan Allah (wasithah), meliputi: malaikat, rasul, kitab suci
c.    Hal-hal yang berhubungan dengan hari yang akan dating (ma’ad), meliputi: surge dan neraka

5. Masalah-Masalah Yang Bertentangan Dengan Tauhid
Secara garis besar, masalah-masalah yang bertentangan dengan tauhid adalah kekafiran, kemusyrikan, kemurtadan dan kemunafikan.
a.    Kafir
Kafir adalah orang yang tidak percaya atau tidak beriman kepada Allah SWT, baik orang tersebut bertuhan selain Allah maupun tidak bertuhan sama sekali (atheis). Kekafiran bertentangan dengan tauhid karena tauhid adalah kepercayaan dan keimanan akan adanya Allah SWT.


b.   Musyrik
Musyrik adalah orang yang menyekutukan Allah. Pada dasarnya orang musyrik memiliki kepercayaan akan adanya Allah, tetapi dicampurbaurkan dengan kepercayaan kepada yang lain, sehingga ia tidak sepenuhnya mempercayai keesaan dan kemahakuasaan Allah SWT. Kemusyrikan bertentangan dengan tauhid karena tauhid adalah keyakinan dan kemahaesaan Allah, sedangkan kemusyrikan tidak demikian.
c.    Murtad
Murtad adalah istilah yang digunakan untuk menyebut orang yang keluar dari Islam. Pada mulanya orang seperti ini beriman kepada Allah dan ia seorang muslim, kemudian ia meninggalkan keimanannya itu untuk selanjutnya beriman kepada yang lain atau tidak beriman sama sekali (atheis). Adapun bedanya dengan kafir yaitu, jika kafir memang sejak awal tidak beriman kepada Allah, sedangkan murtad sebelumnya beriman dan kemudian keluar dari iman itu.
d.   Munafik
Munafik adalah sebutan bagi orang yang secara lahiriah beragama Islam, tetapi jiwa atau batinnya tidak beriman. Secara lahir ia mengaku beriman kepada Allah, beragama Islam, bahkan dalam hal tertentu Nampak seperti berbuat dan bertindak untuk kepentingan Islam tetapi hatinya tidak beriman.
Munafik tidak sama dengan murtad. Jika murtad sebelumnya beriman, kemudian keluar dari iman itu secara jelas. Sedangkan munafik tidak, mengaku beriman tetapi sebenarnya tidak beriman.

6. Pertumbuhan dan Perkembangan Aliran-aliran dalam Ilmu Tauhid
A. Awal mula munculnya masalah teologi dalam islam
Islam adalah agama samawi yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk seluruh umat manusia di segala zaman dan tempat. Inti pokok ajarannya adalah tauhid (keesaan Allah).
Ilmu kalam sebagai ilmu yang berdiri sendiri belum dikenal pada masa Nabi Muhammad saw., maupun pada masa sahabat-sahabatnya. Akan tetapi baru dikenal pada masa berikutnya, setelah ilmu-ilmu keislaman yang lain satu persatu muncul dan setelah orang banyak membicarakan tentang kepercayaan gaib (metafisika). Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya ilmu kalam dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor-faktor yang datang dari dalam Islam dan kaum Muslimin sendiri dan faktor-faktor dari luar mereka, karena adanya kebudayaan lain dan agama yang bukan Islam.
B.  Aliran-aliran dalam ilmu tauhid
Dalam ilmu tauhid terdapat beberapa aliran, seperti: khawarij, murji’ah, qadariah, jabariah, mu’tazilah, ahlussunah waljamaah, syi’ah, wahabiah dan salafiah.

7. Akal dan Wahyu
Kata akal berasal dari bahasa Arab, al-‘aql yang berarti paham, mengerti atau berpikir. Menurut Dr. Zaki Nazib Mahmud, akal adalah menghubungkan peristiwa dengan sebab akibat atau konklusinya. Sedangkan kata wahyu, berasal dari bahasa Arab juga yang artinya isyarat, ilham, suara, perkataan yang samar-samar, api, kecepatan, tuisan atau firman Allah.

Akal diberikan Allah kepada seluruh umat manusia agar manusia dapat berpikir dan berhasil menemukan kebenaran. Pada umumnya akal banyak digunakan oleh kaum rasionalis dan para filosof. Sedangkan wahyu hanya diturunkan kepada para nabi dan rasul Allah, selanjutnya para nabi dan rasul itulah yang menyampaikannya kepada umat manusia.

0 komentar:

Posting Komentar