Kamis, 13 September 2012

Makalah Konsep Dasar Pembentukan Istilah dan Prinsip-prinsip dalam Peristilahan


       I.            Pendahuluan

    II.            Pembahasan
A.    Konsep Dasar Istilah
1.      Definisi istilah
Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu dan memberikan suatu pengertian.
2.      Tata istilah dan tata nama
Tata istilah ialah perangkat peraturan pembentukan istilah dan kumpulan istilah yang dihasilkannya. Tata nama istilah ialah perangkat peraturan penamaan beberapa cabang ilmu seperti kimia, dan biologi beserta kumpulan nama yang dihasilkannya.
3.      Istilah umum dan istilah khusus
Istilah umum adalah istilah yang berasal dari bidang tertentu yang karena dipakai secara luas menjadi unsure kosakata umum.
Istilah khusus adalah istilah yang maknanya terbatas pada bidang tertentu saja.
4.      Persyaratan yang baik dalam istilah
Ada beberapa persyaratan dalam pemanfaatan kosakata bahasa Indonesia:
a.       Istilah yang dipilih tidak menyimpang dari makna dan harus mengungkapkan konsep yang sesuai yang dimaksud.
b.      Istilah yang dipilih harus singkat diantara pilihan yang tersedia yang mempunyai rujukan sama.
c.       Istilah yang dipilih mempunyai nilai rasa (konotasi) baik.
d.      Istilah yang dipilih sedap didengar atau eufonik.
e.       Istilah yang dipilih harus sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
B.     Proses pembentukan istilah
1.      Konsep ilmu pengetahuan dan peristilahannya
Upaya pada ilmuan terus berlanjut dalam menciptakan dan menghasilkan konsep peristilahan, meskipun belum sesempurna seperti yang diharapkan. Memang ada yang sudah mapan namun ada yang perlu diperbaharui, kemungkinan bahwa para iluan Indonesia akan mencetuskan konsep ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang sama sekali baru sehingga akan diperlukan penciptaan istilah baru.
2.      Bahan baku istilah Indonesia
Bahan istilah Indonesia diambil dari berbagai sumber, terutama dari tiga golongan bahasa yang penting, yakni:
1)      Bahasa Indonesia, termasuk unsure serapannya, dan bahasa melayu.
2)      Bahsa nusantara yang serumpun, termasuk bahasa jawa kuno.
3)      Bahasa asing, seperti bahasa inggris dan bahasa arab.

C.     Pemadanan istilah
Pemadanan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia dilakukan lewat penerjemahan, penyerapan, atau gabungan pene danrjemahan dan penerapan.
1.      Penerjemahan langsung
Terjemahan sesuai makna tetapi bentuknya tidak sepadan.
Contoh:
Supermarket – pasar swalayan
Merger – gabungan usaha
2.      Ada beberapa pedoman dalam pembentukan istilah lewat penerjemahan
a.       Penerjemahan tidak harus berasas satu kata diterjemahkan dengan satu kata terjemahannya.
Contohnya:
Psikologis – ahli psikologis
Medical practitioner – dokter
b.      Istilah asing yang positif diterjemahkan dalam bentuk positif dan juga sebaliknya.
Contohnya:
Inorganic – takorganik
Bound form- bentuk terikat
a.       Kelas kata istilah asing dalam penerjemahan sedapat-dapatnya dipertahankan pada istilah terjemahannya.
Contohnya:
Merger (nomina) – gabungan usaha (nomina)
Transparan (adjektiva) – bening (adjektiva)
b.      Istilah yang berbentuk prular, pemarkah kejamakannya ditanggalkan pada istilah Indonesia.
Contohnya:
Alumni – lulusan
Master of ceremonies – pembawa acara
c.       Perekaan dalam penerjemahan
Adakalanya upaya pemadanan isrilah asing perlu dilakukan dengan istilah baru.
Contohnya:
Pemadanan catering menjadi jasa boga.
3.      Penyerapan istilah
Penyerpan istilah asing dilakukan berdasarkan hal-hal berikut :
a.       Adanya ketersalin antara bahasa asing dan bahasa Indonesia secara timbal balik ( intertrnslatability ) mengingat keperluan masa depan.
b.      Mempermudah pemahaman teks asing karena dikenal lebih dahulu.
c.       Istilah asing lebih ringakas jika dibandingkan dengan terjemahan indonesianya.
d.      Mempermudah kesepakatan antarpakar jika padanan terjemahannya terlalu banyak sinonimnya.
e.       Istilah asing yang tidak mengandung konotasi buruk dan harus tepat dan benar.
4.      Proses penyerapan istilah
Proses penyerapa istilah asing dilakukan denagan cara:
a.       Penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal.
Contohnya:
Camera            - kamera
System                        - sistem
b.      Penyerapan dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal.
Contonya:
Design             -desain
Science            -sains
c.       Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan penyesuaian lafal.
Contohnya:
Bias                 -bias
Nasal               -nasal
d.      Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan dan lafal.
Penyerapan istilah ini dilakukan jika ejaan dan lafal asing tidak berubah dalam banyak bahasa modern, dan istilah dicetak dengan huruf miring.
Contonya:
Status quo
Espirit de corps
Penyerapan istilah tanpa penyesuaian ejaan dan lafal dilakukan jika istilah itu juga dipakai secara luas dalam kosakata umum, dicetak dengan huruf tegak.
Contohnya:
Golf     - golf
Lift      -lift
5.      Penyerapan afiks dan bentuk terikat istilah asing
a.       Penyesuaian ejaan prefix dan bentuk terikat prefix asing yang bersumber pada bahasa indo-eropa dapat dipertimbangkan pemakaiannya di dalam peristilahan bahasa Indonesia setelah disesuaikan ejaannya.
·         a-, ab-, abs- (‘dari’ ‘menyimpang dari’ ‘menjauhka dari’) tetap a-, ab-, abs-
amoral             amoral
abstract            abstrak
·         a-, an-, ‘tidak, bukan, tanpa’ tetap a-, an-.
Anemia          anemia
Aphasia          afasia
·         ad-, ac-, ‘ke’, ‘berdekatan dengan’, ‘melekat pada’, menjadi ad-, ak-.
Adhesion         adesi
Acculturation  alkulturasi
·         am-, amb-‘sekeliling’ ‘keduanya’ tetap am-, amb-.
Ambivalence  ambivalensi
Amputation   amputasi
·         ana-, an-, ‘ke atas’, ‘ke belakang’, ‘terbalik’ tetap ana-, an-
anabolism       anabolisme
anatropus       anatrop
·         ante-, ‘sebelum’, ‘depan’ tetap ante-.
Antediluvian  antediluvian
Anterior         anterior
·         anti-, amt- ‘bertentangan dengan’ ‘tetap anti-, ant-
anticlinal        antiklinal
antacid           antacid
·         apo- ‘lepas, terpisah’, ‘berhubungan dengan’ tetap apo-
apochromatic apokromatik
apomorphine  apomorfin
·         aut-, auto-, ‘sendiri’, ‘bertindak sendiri’ tetap aut-, auto-
autarky           autarki
autostrada      autostrada
·         bi-, ‘pada kedua sisi’, ‘dua’ tetp bi-
biconvex        bikonveks
bisexual          biseksual
·         cata- ‘bawah’, ‘sesuai dengan’ menjadi kata-
cataclysm       kataklisme
catalyst          katalis
·         co-, com-, con-, ‘dengan’, ‘bersama-sama’, ‘berhubungan dengan’ menjadi ko-, kom-, kon-
coordination  koordinasi
commission    komisi
·         contra- ‘menentang’, ‘berlawanan’ menjadi kontra-
contradiction kontradiksi
contraindication         kontraindikasi
·         de- ‘memindahkan’, ‘mengurangi’ ttap de-
devaluation    devaluasi
·         di-‘dua kali’.’mengandung dua’ tetap di-
dichloride      diklorida
·         dia- ‘melalui’,melintasi’ tetap dia-
diagonal         diagonal
·         dis- ‘ketiadaan’,’tidak’ tetap dis-
disharmony    disharmoni
·         eco-‘lingkungan’ menjadi eko-
ecology          ekologi
·         em-, en- ‘dalam’,’di dalam’ tetap em-,en-
empathy         empati
·         endo-‘di dalam’ tetap endo-
endothermal   endotermal
·         epi-‘di atas’,’sesudah’ tetap epi-
epigone          epigon
b.      Penyesuaian ejaan sufiks
Sufiks asing dalam bahasa Indonesia diserap sebagai bagian kata berafiks yang utuh. Kata seperti standarisasi, implementasi, dan objektif diserap secara utuh disamping kata standar, implement, dan objek. Berikut daftar kata bersufiks tersebut.
·      -aat (belanda) menjadi –at
Plaat                pelat
·      -ac (inggris) menjadi –ak
Maniac                        maniak
·      -al (ingris) menjadi –al
Minimal           minimal
·      -cy (ingris) menjadi –asi,-si
Accuracy         akurasi
·      -icle (ingris) menjadi –ikel
Article             artikel
·      -ine (ingris) menjadi –in
Cocaine           kokain
·      -y (ingris) menjadi –i
Monarchy philosophy             monarki filosofi
6.      Gabungan Penerjemahan dan Penyerapan
Istilah bahasa Indonesia dapat dibentuk dengan menerjemahkan dan menyerap istilah asing sekaligus.
Contohnya:
Clay colloid     koloid lempung
Subdivision     subbagian
7.      Bagan Prosedur Pembakuan Istilah
D.    Aspek Tata Bahasa Peristilahan
1.      Istilah Bentuk Dasar
Istikah bentuk dasar dapat dipilih diantara kelas kata seperti nomina, verba, adjektiva, dan numeralia.  
2.      Istilah Bentuk Berafiks
Istilah bentuk berafiks disusun dari bentuk dasar dengan penambahan prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks seturut kaidah penbentukan kata bahasa Indonesia.
3.      Istilah Bentuk Ulang
Istilah  bentuk ulang dapat berupa ulangan bentuk dasar seutuhnya atau sebagiannya dengan atau tanpa pengimbuhan dan pengubahan bunyi.
4.      Istilah Bentuk Majemuk
Istilah bentuk majemuk atau kompositum merupakan hasil penggabungan dua bentuk atau lebih, yang menjadi satuan fleksikal baru.
5.      Istilah Bentuk Analogi
Istilah bentuk analogi bertolak dari pola bentuk istilah yang sudah ada seperti berdasarkan pola bentuk pegulat, tata bahasa, juru tulis, pramugari, dengan pola analogi pada istilah  tersebut.
6.      Istilah Bentuk Metanalisisi
 Istilah hasil metanalisis terbentuk melalui analisis unsure yang keliru.
7.      Istilah Bentuk Singkatan
Istilah bentuk singkatan adalah bentuk yang penulisannya dipendekkan.
8.      Istilah Bentuk Akronim
Istilah bentuk akronim adalah istilah pemendekkan bentuk majemuk yang berupa gabungan huruf awal suka kata dan gabungan suku kata.
9.      Lambang Huruf
Lambang huruf adalah satu huruf atau lebih yang melambangkan konsep dasar ilmiah seperti kuantitas dan nama unsur.
10.  Gambar Lambang
Gambar lambang adalah gambar atau tanda lain yang melambangkan konsep ilmiah menurut konvensi bidang ilmu yang bersangkutan.
11.  Satuan Dasar Sistem Internasional (SI)
Satuan dasar sistem internasional (Systeme Internasional d’Unites ) yang diperjanjikan secara internasional dinyatakan dengan huruf lambing.
12.  Kelipatan dan Fraksi Satuan Dasar
Untuk menyatakan kelipatan dan fraksi satuan dasar atau turunan digunakan nama dan lambang.
13.  System Bilangan Besar
System bilangan besar diatas satu juta dianjurkan adalah sebagai berikut
14.  Tanda Desimal
System satuan internasional menentukan bahwa tanda desimal boleh dinyatakan dengan koma atau titik.




E.     Aspek  Semantik Peristilahan
A.    Pemberian Makna Baru
Artinya, kata itu dapat dikurangi atau ditambah jangkauan maknanya sehingga penerapannya lebih sempit atau lebih luas. Contohnya pada penyempitan makna dan perluasan makna.
B.     Istilah Sinonim
Dua istilah atau lebih yang maknanya sama atau mirip, tetapi bentuknya berlainan.  :mikro- sebagai padanan micro-dalam hal tertentu lebih baik daripada renik.
C.     Istilah Homonim
Istilaeda  homonim berupa dua istilah, atau lebih, yang sama ejaan dan lafalnya, tetapi maknanya berbeda, karena asalnya berlainan. Istilah homonym dapat dibedakan menjadi :
1.      Homograf
Istilah homograf adalah istilah yang sama ejaannya, tetapi berbeda lafalnya. Contohnya : teras-inti
                  teras-lantai datar dimuka rumah
2.      Homofon
Istilah homofon adalah istilah yang sama lafalnya, tetapi berbeda ejaannya. Contohnya : bank dengan bang
D.    Istilah Polisem
Istilah polisem adalah bentuk yang memiliki makna ganda yang bertalian. Contohnya :
(cushion)head – topi(tiang pancang)
E.     Istilah Hiponim
Istilah hiponim adalah bentuk yang maknanya terangkum dalam hiperonim, atau subordinatnya, atau superordinatnya, yang mempunyai makna yang lebih luas. Contohnya : kata mawar, melati, cempaka, misalnya, masing-masing disebut hiponim terhadap kata bunga yang menjadi hiperonim atau superordinatnya.
F.      Istilah Taksonim
Istilah  taksonomi adalah hiponim dalam sistem klasifikasi konsep bawahan dan konsep atasan yang bertingkat-tingkat. Contohnya : Makhluk (bakteri, hewan).


G.    Istilah Meronim
Istilah meronim adalah istilah yang maujud (entity) yang ditunjuknya merupakan bagian dari maujud lain yang menyeluruh ( holonim). Contohnya : tubuh(kepala)

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar