Tampilkan postingan dengan label RPP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RPP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Agustus 2015

Sifat-sifat Senyawa Organik

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sifat-Sifat Senyawa Organik berdasarkan Gugus Fungsi dan Senyawa Makromolekul
Nama Sekolah           : SMA Negeri Kalijaga
Mata Pelajaran          : KIMIA
Kelas/ Semester         : X/2
                                             Alokasi Waktu           : 40 menit

       I.            STANDAR KOMPETENSI
4.   Memahami sifat-sifat senyawa organik berdasarkan gugus fungsi dan senyawa makromolekul.
    II.            KOMPETENSI DASAR
4.2      Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa.
 III.            TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Mengelompokkan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan.
2.      Memberi nama senyawa alkana, alkena, dan alkuna.
3.      Menyimpulkan hubungan titik didih senyawa hidrokarbon dengan massa molekul relatif dan strukturnya.
4.      Menentukan isomer dari senyawa hidrokarbon.
 IV.            INDIKATOR
1.    Peserta didik mampu mengelompokkan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan.
2.    Peserta didik mampu memberi nama senyawa alkana, alkena, dan alkuna.
3.    Peserta didik mampu menyimpulkan hubungan titik didih senyawa hidrokarbon dengan massa molekul relatif dan strukturnya.
4.    Peserta didik mampu menentukan isomer dari senyawa hidrokarbon.
    V.            MATERI PEMBELAJARAN
o  Hidrokarbon Alkana, alkena dan alkuna
o  Sifat fisik alkana, alkena dan alkuna
o  Isomer Reaksi senyawa karbon
 VI.            MODEL, PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, PEMBELAJARAN
a.       Model                          : Cooperatife Learning
b.      Pendekatan                 : Student Centered Approach
c.       Strategi                        : Group Learning
d.      Media                          : Ular Tangga Kimia
VII.              LANGKAH-LANGAKAH PEMBELAJARAN
Tahapan Kegiatan
Langkah-langkah
Alokasi Waktu
Kegiatan Pendidik
Kegiatan Peserta Didik
Kegiatan Awal
1.    Pendidik mengucapkan salam.
2.    Pendidik melakukan presensi peserta didik.


3.    Menyampaikan apersepsi materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya :
•  Pendidik mengawali pelajaran dengan memberikan pertanyaan : “Apa yang dimaksud dengan senyawa hidrokarbon? Lalu bagaimanakah kekhasan atom karbon?”













4.      Pendidik memberikan motivasi tentang kegunaan mempelajari materi yang akan disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya: Kegunaan hidrokarbon pada bahan bangunan, senyawa hidrokarbon tersebut umumnya berupa plastik. Dari bahan plastik inilah kemudian menjadi beragai macam bahan, mulai dari atap rumah (genteng plastik), furniture, peralatan interior rumah, bemper mobil, meja, kursi, piring, dll.
5.      Pendidik menjelaskan bahwa pertemuan kali ini akan ada pembagian kelompok diskusi. Oleh karena itu peserta didik harus mencatat pokok-pokok ulasan materi yang akan disampaikan pendidik mengenai penggolongan senyawa hidrokarbon dan isomer.

1.    Peserta didik menjawab salam.
2.    Peserta didik mengacungkan tangan ketika dipanggil (disiplin).
3.    Peserta didik mengacungkan tangan dan menjawab pertanyaan dengan percaya diri, “Saya bu, senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang paling sederhana, sedangkan kekhasan atom karbon adalah  mempunyai kemampuan membentuk 4 ikatan kovalen yang kuat, dapat membentuk ikatan antarkarbon yang dapat berupa ikatan tunggal, rangkap dua atau rangkap tiga, serta dapat membentuk rantai lurus, bercabang ataupun melingkar (siklik).
4.    Peserta didik termotivasi dan tertarik dengan motivasi yang diberikan oleh pendidik mengenai kegunaan senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari.








5.      Peserta didik mendengarkan penjelasan pendidik mengenai penggolongan senyawa hidrokarbon dan jenis isomernya dengan antusias.
10 menit
Kegiatan Inti
1.  Pendidik menjelaskan materi singkat mengenai penggolongan senyawa hidrokarbon berdasarkan struktur dan kejenuhannya.
2.      Pendidik menjelaskan isomer senyawa hidrokarbon.

3.      Memberi penjelasan tentang kelompok permainan ular tangga yang akan dilakukan:
Ø Kelompok permaianan dibagi menjadi 4 kelompok.
Ø Pendidik pembagi peserta didik menjadi 4 kelompok.
Ø Pendidik membagikan Lembar materi pada setiap kelompok.
Ø Pendidik memberitahukan peraturan permaiann ular tangga.
4.      Pendidik memulai permaianan ular tangga
5.      Pendidik membimbing  dan mengawasi jalannya permaian.

6.      Pendidik menyimpulkan materi yang telah dipelajari pada pertemuan ini bersama peserta didik.

1.    Peserta didik mencatat hal-hal yang dianggap penting.



2.  peserta didik memperhatikan penjelasan dari pendidik dengan seksama.
3.  Peserta didik mendengarkan penjelasan pendidik dengan antusias serta mengelompok sesuai kelompok masing-masing dengan semangat. Serta, peserta didik bertanya jika belum jelas.







4.  Peserta didik memulai melakukan permainan.
5.  Peserta didik melakukan permainan dengan semangat.

6.  Peserta didik mendengarkan serta mencatat hal-hal yang penting.
25 menit
Kegiatan Akhir
1.      Pendidik memberikan penghargaan bagi kelompok yang memenangkan permainan serta menjawab pertanyaan dengan benar.
2.  Pendidik menginstruksikan peserta didik untuk mempelajari materi pertemuan selanjutnya mengenai proses pembentukan dan teknilk pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya.
3.  Pendidik menutup proses pembelajaran dan mengucapkan salam

1. Peserta didik menerima penghargaan dengan rasa bangga.



2. Peserta didik memperhatikan instruksi dari pendidik dengan seksama.





3. Peserta didik menjawab salam dan bersiap untuk pelajaran selanjutnya dengan semangat
5 menit

VIII.            ALAT, BAHAN DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1.      Alat Pembelajaran
a.       Lembar Materi
b.      Papan tulis
c.       Spidol
d.      Ular tangga
e.       Dadu
f.       Kartu soal
2.      Sumber Pembelajaran
Purba, Michael. 2007. KIMIA untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
 IX.            Lampiran
1.      Materi
2.      Soal.
3.      Peraturan permainan Ular Tangga.

Yogyakarta, 21 Agustus 2013
Mengetahui,
Kepala SMA Sunan Kalijaga                                                  Guru Mata Pelajaran



Jamil Suprihatiningrum, S.Pd. M.Si.                                       Mur Madyatsih C. R. S.
NIP :                                                                                          NIM:


Minggu, 03 Agustus 2014

Sifat Koligatif Larutan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah             : SMA N 1 Kajar
Kelas/Semester            : XII (dua belas)/ I (satu)
Mata Pelajaran            : Kimia
Materi Pokok              : Sifat Koligatif Larutan
Alokasi Waktu            : 15 menit

I.                   Kompetensi Inti SMA Kelas XII:
KI.1. Mengahayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI.2.Mengahayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI.3.Memahami, menerapkan, menanalisis dan mengevauasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI.4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif  dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

II.                Kompetensi Dasar
3.1.  Menganalisis penyebab adanya fenomena sifat koligatif larutan pada penurunan tekanan uap, kenikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmosis.
3.2.  Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.

III.             Indikator Pencapaian Kompetensi
1.      Memahami pengertian penurunan tekanan uap jenuh
2.      Menyelesaikan perhitungan kimia terkait penurunan tekanan uap jenuh

IV.             Tujuan Pembelajaran
Setah proses mencari informasi dengan mengidentifikasi, mengamati, menanya, berdiskusi, dan melaksanakan pengamatan, peserta didik dapat:
1.      Memahami pengertian atau definisi penurunan tekanan uap jenuh
2.      Memahami perhitungan kimia terkait penurunan tekanan uap jenuh
3.      Menyelesaikan perhitungan kimia terkait penurunan tekanan uap jenuh

V.                Materi Pembelajaran
1.      Penurunan Tekanan Uap
a.       Tekanan Uap jenuh
Sifat koligatif larutan merupakan sifat yang tidak bergantung pada jenis zat terlarutnya, tetapi bergantung pada jumlah partikel zat terlarut.
Suatu zat cair dalam ruangan tertutup akan menguap sampai ruangan jenuh. Pada keadaan jenuh proses penguapan tetap berlangsung, tetapi pengembunan dengan laju yang sama. Dengan kata lain, terdapat kesetimbangan dinamis antara zat cair dengan uap jenuhnya yang kemudian disebut dengan tekanan uap jenuh.
      Jenis zat dan suhu sangat mempengaruhi besarnya tekanan uap jenuh. Zat yang memiliki gaya tarik-menarik antar partikel relatif besar, berarti sukar menguap, mempunyai tekanan uap jenuh relatif kecil, contohnya garam, gula, dan gliserol. Zat yang memiliki gaya tarik-menarik antar partikel relatif lemah, berarti mudah menguap, mempunyai tekanan uap jenuh yang relatif besar, contohnya atsiri, etanol, dan eter. Bila suhu suatu zat dinaikkan, maka tekanan uap jenuh zat tersebut yang akan bertambah.
b.      Penurunan Tekanan Uap Jenuh (∆P)
Penurunan tekanan uap jenuh merupakan selisih antara tekanan uap jenuh pelarut murni dengan tekanan uap jenuh larutan. Suatu pelarut dilarutkan zat yang tidak mudah menguap maka tekanan uap jenuh larutan menjadi lebih rendah daripada tekanan uap jenuh pelarut murni.
  Keterangan:
∆P       = penurunan tekanan uap jenuh
Po         = tekanan uap jenuh pelarut murni
P          = tekanan uap jenuh larutan
                                   
Untuk fraksi mol dirumuskan sebagai berikut:
Fraksi mol zat pelarut,      Keterangan:
                                                            nA = mol zat pelarut
                                                            nB = mol zat terlarut
Fraski mol zat terlarut,
XA + XB = 1
Makin banyak zat terlarut, makin besar pula penurunan tekanan uapnya. Besarnya penurunan tekanan uap (∆P) dirumuskan oleh Francois M. Raoult sebagai berikut:
             
     
Keterangan:
∆P       = Penurunan Tekanan Uap Jenuh
PO        = tekanan uap jenuh pelarut murni
P          = tekanan uap jenuh larutan
XA       = fraksi mol zat pelarut
XB          = fraksi mol zat terlarut
2.      Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit.
Pada konsentrasi yang sama, larutan elektrolit memberi sifat koligatif lebih besar daripada larutan nonelektrolit. Zat elektrolit sebagian atau seluruhnya terurai menjadi ion-ion. Untuk konsentrasi yang sama, larutan elektrolit mengandung jumlah partikel lebih banyak daripada larutan nonelektrolit. Untuk larutan elektrolit sendiri, rumus Raoult harus dikalikan dengan faktor ionisasi.
                
Keterangan:
n = jumlah ion dari elektrolit
α = derajat ionisasi elektrolit
Untuk elektrolit kuat pada pengenceran tidak terhingga harga α = 1, sehingga ruus hanya dikalikan dengan jumlah ion larutan elektrolit tersebut.
Dalam membandingkan sifat koligatif beberapa larutan, perly diingat bahwa makin banyak partikel zat terlarut, makin besar sifat koligatif (∆P, ∆Tf, ∆T b, dan Ï€) yang ditimbulkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1.      Larutan-larutan berkonsentrasi sama.
a.       Larutan elektrolit memiliki harga ∆P, ∆Tf, ∆T b, dan Ï€ yang lebih besar daripada larutan nonelektrolit.
b.      Harga ∆P, ∆Tf, ∆T b, dan Ï€ makin besar dengan makin banyaknya ion pada larutan elektrolit.
2.      Larutan-larutan berkonsentrasi tidak sama.
Larutan memiliki harga (n x konsentrasi) paling besar akan memiliki harga ∆P, ∆Tf, ∆T b, dan Ï€ yang juga paling besar.
 
 

VI.             Model/Metode Pembelajaran
Model                    : Pembelajaran Langsung
Pendekatan           : Teacher Center
Strategi                  : Individual Learning
Metode                  : Ceramah dan tanya jawab
Media                    : Power Point dan Modul

VII.          Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Deskripsi kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
-    Guru membuka pembelajaran dengan salam dan dilanjutkan dengan doa
-    Guru melakukan presensi
-    Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan sekilas tentang penurunan tekanan uap jenuh: “Apa yang membuat air di daratan dapat menguap?”
-    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

15 menit
Kegiatan
Deskripsi kegiatan
Alokasi waktu
Inti
Fase Mengamati:
-          Guru memperlihatkan tentang penggunaan penurunan tekanan uap jenuh.

Fase Menanya:
-    Guru memberikan permasalahan kepada peserta didik untuk diselesaikan: “Mengapa air di dalam botol yang ditutup rapat dapat menguap?”. Mengapa jika zat cair yang digunakan berbeda, maka akan berbeda pula proses penguapannnya?”.

Fase Mengumpulkan Data:
-    Guru meminta peserta didik untuk mendiskusikan sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh).

Fase Mengasosiasi:
-    Guru membimbing peserta didik dalam berdiskusi.
-    Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan penyebab sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh)
-    Guru membimbing peserta didik untuk menghubungkan konsentrasi (fraksi mol) dengan sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh).
-    Guru meminta peserta didik untuk berlatih menyelesaikan perhitungan kimia terkait sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh).
-    Guru membimbing peserta didik untuk menghubungkan fenomena penguapan air laut dengan teori dan perhitungan sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh).

Fase Mengkomunikasikan:
-          Guru meminta peserta didik untuk membuat hasil kerjanya dan mempresentasikan di depan kelas.

60 menit
Kegiatan
Deskripsi kegiatan
Alokasi waktu
Penutup
-    Guru mempersilahkan peserta didik bertanya mengenai materi yang telah disampaikan.
-    Guru menjawab pertanyaan peserta didik
-    Guru memberikan kesimpulan berdasarkan pembelajaran yang telah dilakukan.
-    Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

15 menit

VIII.       Media, Sumber, dan Alat Pembelajaran
1.      Media                          : Power point
2.      Sumber                        : Buku pegangan kimia untuk SMA kelas XII,
  Lembar Kerja Siswa (LKS)
3.      Alat dan Bahan           : Papan tulis, spidol, penghapus, LCD

IX.             Penilaian
No
Aspek
Mekanisme dan prosedur
Instrumen
Keterangan
1
Sikap (Afektif)
-          Pengamatan guru dalam kelas
-          Lembar observasi (penilaian afektif)


2
Pengetahuan (Kognitif)
-          Penugasan
-          Tes tertulis

-          Soal postest (LKS)
-          Portofolio


3
Ketrampilan (Psikomotorik)
-          Eksperimen
-          Laporan

-          Eksperimen


























Lembar Penilaian Afektif
N
O

Nama Siswa
Aspek yang dinilai
Skor
Mengajukan Pertanyaan
Menjawab
Pertanyaan
Memberikan
Pendapat
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
5
6
7


Keterangan:
Aspek yang Dinilai

Diskriptor
Skor



Mengajukan pertanyaan
Siswa dapat mengajukan pertanyaan tetapi menyimpang dari materi yang dipelajari
1
Siswa dapat mengajukan pertanyaan sesuai dari materi yang dipelajari
2
Siswa dapat mengajukan pertanyaan sesuai dari materi yang dipelajari dengan jelas
3
Siswa dapat mengajukan pertanyaan sesuai dari materi yang dipelajari dengan jelas, tepat dan logis
4
Menjawab Pertanyaan


Siswa dapat menjawab pertanyaan tetapi salah
1
Siswa dapat menjawab pertanyaan tetapi kurang tepat
2
Siswa dapat menjawab pertanyaan dengan  jelas
3
Siswa dapat menjawab pertanyaan dengan  jelas , tepat dan logis
4
Memberikan Pendapat
Siswa dapat memberikan pendapat tetapi menyimpang dari materi yang dipelajari
1
Siswa dapat memberikan pendapatnya  sesuai dengan materi yang dipelajari
2
Siswa dapat memberikan pendapatnya  sesuai dengan materi yang dipelajari dengan jelas
3
Siswa dapat memberikan pendapatnya  sesuai dengan materi yang dipelajari dengan jelas, tepat dan logis
4

A = Amat Baik (70-100)
B = Baik (50-69)
C = Cukup (30-49)
D = Kurang (<29)


                                                                              Yogyakarta, 17 Februari 2014
Mengetahui,
Kepala Sekolah,                                                        Guru Mata Pelajaran

                                                                                    Ahmad Mukhlas