Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Juni 2013

MICHEL TELLO

Michel Tello
Sangat menakjubkan melihat apa yang terjadi saat musik dan sepak bola berkolaborasi. Pernah melihat selebrasi gol dari Neymar, Cristiano Ronaldo, Marcelo Vieira, Pato, Robinho, Kevin-Prince Boateng, Marco Reus, Maxi Rodríguez, Eric Abidal hingga Dani Alves? Atau selebrasi kemenangan yang ditunjukkan Rafael Nadal kala berhasil membawa tim Spanyol menjuarai Piala Davis beberapa waktu lalu? Atau selebrasi kompak yang dilakukan beberapa pebasket NBA dari klub Denver Nugget yang berkompetisi di negeri Paman Sam? Lalu apa sih kesamaannya??
Ya, mereka semua sama – sama melakukan tarian selebrasi kemenangan dengan melakukan gerakan tarian ala penyanyi asal Brasil, yang namanya kini kondang dimana – mana berkat satu lagu hitnya ’Ai Se Eu Te Pego’ ini. Si pembuat sensasi tersebut bernama Michel Teló, pria yang dilahirkan di Medianeira, Parana, Brasil, 31 tahun lalu. Terlahir dari pasangan pengusaha bakery di Brasil, Aldo dan Nina Teló, si bungsu yang selama ini banyak berkarir di tanah kelahirannya kini mulai merambah pasar dunia.
Awal mula petualangan adik dari Teo dan Teofilo Teló di dunia permusikan adalah pada saat ia masih berusia enam tahun pada tahun 1987 lalu, kala dirinya bergabung dengan paduan suara di sekolahnya dan menyanyikan solo tembang milik Roberto Carlos dan Erasmo Carlos. Dan gairahnya dalam bermusik semakin menguat kala sang ayah menghadiahinya sebuah alat musik Akordeon pada ulang tahunnya yang ke sepuluh. Terpicu dari akordeon pula, ia akhirnya juga belajar instrumen piano –yang dipelajarinya selama lima tahun-, serta harmonika dan gitar. Dan ketika berusia 12 tahun , dengan dukungan dari kakak – kakaknya, saudara, teman – teman sekolah hingga para tetangganya, Michel membentuk sebuah band bernama ”Guri” yang memainkan musik – musik tradisional dimana ia menjadi leadernya.
Tahun 1997, saat berusia 16 tahun, ia mendapat tawaran untuk bergabung dengan band berjuluk ”Grupo Tradicao” sebagai vokalis utama. Selama 11 tahun ia bergabung bersama band tersebut sebelum akhirnya memutuskan untuk bersolo karir beberapa tahun lalu. Bersama dengan Grupo Tradicao ia melahirkan beberapa hits seperti ’Pra Sempre Minha Vida’, ‘O Caldeirao’, ‘A Brasilera’, ‘Barquinho’ dan ‘Eu Quero Voce’. Ditahun 2008 ia memutuskan untuk keluar secara baik – baik dari band yang telah membesarkan namanya dan membuatnya menimba berbagai pengalaman di blantika musik, dan posisinya digantikan oleh Guilherme Bertoldo. Namun penerus Michel tak bertahan lama, ‘Grupo Tradicao” seperti kehilangan sosok Michel yang mampu mengangkat pamor bandnya.
Karir Solo
Awal mula kiprah solo Michel dimulai saat ia merilis album “Balada Sertaneja” pada tahun 2009 dibawah label rekaman Brasil “Som Livre” yang diproduseri oleh Ivan Myazato dan menghasilkan dua single; ‘Ei, psiu! Viejo Me Liga’ dan ‘Amanha Sei La’, namun sayangnya tak terlalu sukses di pasaran. Barulah pada saat ia merilis album live perdananya, “Michel Teló – Ao Vivo”, ditahun 2010 silam, albumnya lebih bisa diterima pasar dengan baik ketimbang album perdananya, bahkan mendapatkan sertifikat gold disc dan nominasi “Latin Grammy” untuk “Best Sertanejo Album”. Karena kesuksesannya dalam penjualan itulah akhirnya ia menghelat konser besarnya bersama Joao Bosco dan Vinicius di Terraco Daslu, pada 16 September 2011 lalu dan dibanjiri lebih dari 50.000 penonton.

Sepanjang tahun 2011 kemarin, Michel telah menggelar lebih dari 240 pertunjukan dalam tur konsernya yang bertajuk “Fugidinha Tour”dan dikunjungi oleh lebih dari 17 juta penonton. Menurut majalah Forbes, ia berhasil mengantongi keuntungan sebesar $18 juta dan juga merilis dua DVD; yang pertama berisi lagu – lagu dari tahun 80 dan 90-an yang berkolaborasi dengan Millonario & Jose Rico, Bruno e Marrone dan Joao Bosco & Vinicius; dan yang kedua diberi tajuk “Michel na Balada” yang bermuatan lagu – lagu barunya, termasuk internasional hitsnya ‘Ai Se Eu Te Pego’ pada tahun 2011 lalu.
Tembang ear-catchy tersebut menjadi jawara di berbagai belahan negara latin dan Eropa seperti Brasil, Italia, Spanyol, Portugal, Meksiko, Argentina, Kolombia, Peru dan Chili; serta masuk dalam top 10 tangga lagu di Belanda, Swiss, Luksemburg, Jerman, Israel dan Austria. Dan kini hits tersebut juga telah diterjemahkan kedalam bahasa Yahudi dan Polandia, bahkan lagu ini juga sempat dijadikan parodi dengan menggunakan suara Donal Bebek. Dan di situs Youtube, video klip ‘Ai Se Eu Te Pego’ telah tembus angka 200 juta viewers.

Sabtu, 11 Mei 2013

BLUE IS THE COLOUR


Blue is the colour, football is the geme
We’re all together and winning is our aim
So cheer us on through the sun and rain
Cos Chelsea, Chelsea is our name

Here at the bridge, weather rain or fine
We can shine all the time
Home or away, come and see us play
You’re welcome any day

Blue is the colour, football is the geme
We’re all together and winning is our aim
So cheer us on through the sun and rain
Cos Chelsea, Chelsea is our name

Come to the shed and we,ll welcome you
Wear your blue and see us through
Sing loud and clear until the game is done
Sing Chelsea everyone


Blue is the colour, football is the geme
We’re all together and winning is our aim
So cheer us on through the sun and rain
Cos Chelsea, Chelsea is our name


Blue is the colour, football is the geme
We’re all together and winning is our aim
So cheer us on through the sun and rain
Cos Chelsea, Chelsea is our name

Chelsea FC - We'll Keep The Blue Flag Flying High

Wherever they’re playing we’ll follow our team
‘Cos we’re the Chelsea and we’re supreme
For we will fear no one we’ll do it or die
We’ll keep the Blue Flag flying high

Flying high up in the sky
We’ll keep the Blue Flag flying high
From Stamford Bridge to Wembley
We’ll keep the Blue Flag flying high

The Chelsea supporters will always be there
Whoever we’re playing had better beware
We follow the Blue team forget all the rest
Because we’re the Chelsea and we’re the best

We’re Chelsea diehards we’ve lived with the pain
We’ve tasted glory we can do it again
We’re going to be feared now at home and afar
The Pride of London is what we are

Way back in our history a deal was clinched
That saw Mr Abramovich buy Stamford Bridge
We’re riding high now with Roman as king
When we get to Wembley you’ll hear us sing

Rabu, 12 September 2012

Dream Theater


Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.

Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan boom box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat "majestic". Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang.

Pada saat - saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kiat ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karir di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karir musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.

Moore juga akhirnya keluar dari sekolahnya, SUNY Fredonia, untuk berkonsentrasi dengan band tersebut.

Album pertama mereka, When Dream And Day Unite direkam dengan Charlie Dominici sebagai vokalis dan Kevin Moore sebagai pemain keyboards. Dominici berusia jauh lebih tua daripada anggota lainnya dan ingin memainkan musik yang lain, sehingga ia kemudian keluar dari grup. Mereka kemudian mencari pengganti yang ideal selama 2 tahun sampai akhirnya bertemu dengan James LaBrie, vokalis dari Kanada melalui audisi.

Bersama LaBrie mereka merekam Images And Words yang melambungkan nama mereka ke jajaran internasional dengan hit "Pull Me Under" dan "Another Day". Awake adalah album terakhir mereka dengan Moore yang kemudian digantikan oleh Derek Sherinian untuk album Falling Into Infinity. Pada akhirnya Sherinian juga digantikan oleh Jordan Rudess dan formasi ini masih bertahan sampai hari ini. Mereka telah meluncurkan album konsep Metropolis 2: Scenes From A Memory dan album ganda Six Degrees Of Inner Turbulence. Pada tahun 2003 mereka memutuskan untuk merekam album non-konsep Train Of Thought yang sangat dipengaruhi oleh grup thrash metal seperti Metallica.

Selasa, 11 September 2012

Avenged Sevenfold



Avenged Sevenfold adalah band Hardrock Amerika dari Huntington Beach, California, yang dibentuk pada tahun 1999. Band ini terdiri dari vokalis M. Shadows, lead guitar Synyster Gates, Zacky Vengeance rhythm guitar, dan bassist Johnny Christ.

Avenged Sevenfold muncul dengan genre metalcore pada debut mereka Sounding the Seventh Trumpet, yang mengandung banya vokal scream. Band ini mengubah gaya mereka di album ketiga mereka dan rilis major label, City of Evil, yang menampilkan vokal melodis dan power ballad. Band ini terus mengeksplorasi suara baru dengan mengeluarkan yang berjudul Avenged Sevenfold dan menikmati kesuksesan mainstream lanjutan sebelum drummer mereka, James "The Rev" Sullivan, meninggal karena penyakit jantung dan dampak gabungan dari obat dan alkohol di tubuhnya pada tahun 2009. 

Meskipun kematiannya, band ini melanjutkan dengan bantuan kemudian mantan drummer Dream Theater Mike Portnoy untuk merilis dan melakukan tur dalam mendukung Nightmare, album kelima mereka pada tahun 2010 yang memulai debutnya di tempat atas, Billboard 200 yang berada di tempat pertama.

Sampai saat ini, Avenged Sevenfold telah merilis lima album studio, satu album live / kompilasi / DVD, dan enam belas single . Band ini telah menerima banyak penghargaan untuk kesuksesan mainstream di seluruh dunia mereka dan terutama dinyatakan sebagai salah satu pemimpin dan band kunci dalam New Wave of American Heavy Metal dan tampil sebagai tempat kedua di Atas Ultimate Guitar's Top Ten.