Kehidupan Ally layak untuk dinikmati dan dibaca secara utuh, apalagi bagi penikmat novel misteri dan penuh teka-teki seperti Ally ini. Ketakutan Ally tentang keadaannya yang aneh mampu menyadarkan kita bahwa kita-pun juga punya ketakutan-ketakutan yang kadang sulit untuk dibagi ke orang lain. Ketakutan Ally cukup berasalan karena dunianya berubah karena suatu hal yang dianggapnya"mimpi". Selamat datang di kehidupan Ally yang penuh misteri dan simpati ini.
Sabtu, 21 Februari 2015
Jumat, 16 Januari 2015
[Diikutkan dalam lomba ultah ke-4 Penerbit Haru] HARU SINDROM IS (NOT) ME
1/16/2015
No comments
Ayam Haru nambak senang bermain
petak umpet dengan si kembar Jae-In dan Jae-Kwon di sekolah PAUDnya.
“Jae-In, Jae-Kwon kalian dimana?” teriak
Ayam Haru karena tak menemukan keduanya setelah 5 menit mencari. Dia sibuk
mencari ke seluruh bangunan PAUD. Hampir semua teman-temannya sudah pulang
sehingga sekolahnya sudah sepi. Ketiganya memutuskan bermain petak umpet sambil
menunggu jemputan.
“Kalian udah pulang ya? Kok
ninggalin aku?” tanya Ayam haru setengah terisak karena merasa sendirian. Ayam haru
hendak mencari lagi, tetapi tubuhnya jatuh terdorong ke depan.
“Hahaha, rasain tuh, dasar penyebar
virus.” Kata Rafael yang tadi mendorongnya.
Ayam Haru memandang sedih lututnya
yang lecet,” Maksud kamu apa?”
“Mamamu yang nyebarin virus Haru
Sindrom kan, nama virusnya aja pakai namamu.”
Ayam Haru kurang mengerti dengan
ucapan Rafael, tetapi dia teringat dengan pekerjaan mamanya sebagai peneliti virus-virus.
Sebulan lalu mamanya menemukan virus aneh yang menjangkiti banyak orang di
Indonesia. Haru sindrom, itulah nama virus itu. Nama itu membuat banyak orang
mulai memandang sinis ke arahnya. Setahunya, mamanya telah menemukan penawar
untuk virus itu, placebo namanya.
“Mamaku udah nemuin penawarnya!”
“Mamamu pembohong.”
Ayam Haru menangis mendengarnya.
Ayam haru tak bersemangat sekolah
keesokan harinya karena ejekan Rafael. Kemarin dia menjauhi mamanya karena
merasa benci dengan mamanya yang telah memberikan nama Haru sindrom pada virus
itu.
“Kamu kenapa?” tanya Audy, gurunya.
Ayam Haru menceritakan kebenciannya
pada mama yang telah memberi nama virus dengan namanya.
“Kamu tidak boleh seperti itu, coba
kamu lihat teman-temanmu.”
Ayam Haru memandang teman-temannya
yang sudah berbaris sambil membawa bunga, balon, dan kertas. Kertas itu
bertuliskan” Selamat Ulang Tahun Ke-4”. Dia merasa senang dan terharu
melihatnya.
“Maaf ya, kemarin aku salah. Ternyata
mamamu bukan penyebar virus itu. aku kira mamamu sejahat itu karena nama virus
itu sama denganmu.” Ucap Rafael menjelaskan.
“Haru” panggil mamanya.
Ayam Haru langsung memeluk mamanya
dan meminta maaf karena sempat membenci mamanya. Mama Haru mengangguk paham,
lalu meminta anaknya bergabung untuk merayakan ulang tahun ke-4 bersama
teman-temannya. Ayam haru senang karena ulang tahun ke-4 nya sangat meriah dan
berkesan. Ulang tahun kejutan ini adalah ide Jae-in dan Jae-Kwon yang
meninggalkannya kemarin, bahkan Jae-In dan Jae-Kwon yang memberitahu Rafael
tentang mama Haru yang memberi nama virus itu untuk menunjukkan bahwa haru
adalah anak yang dapat membawa virus baik ke teman-temannya, kenyataannya Haru
Sindrom tidak sepenuhnya jahat. Semalam
mama Haru menelepon mereka untuk menanyakan masalah anaknya dan muncullah ide
itu.
Kamis, 20 November 2014
[Diikutkan dalam lomba Surat untuk Ryota]
11/20/2014
No comments
[Diikutkan dalam
lomba Surat untuk Ryota]
INDONESIA UNTUK YOKOI RYOTA
Ryota, apa kabar?
Salam kenal, aku Henker dari Indonesia. Aku tidak menyangka akan mendapatkan surat darimu.
Sebelumnya aku turut berduka cita dengan peristiwa yang menimpamu. Kesedihan
dan kesendirian mungkin sekarang sedang menimpamu Ryota, tetapi aku rasa kamu
tidak sendirian, masih banyak orang yang lebih menderita daripada dirimu dan
kamu lebih beruntung dari mereka. Mengapa? Karena kamu masih dapat mencurahkan
isi hatimu kepadaku lewat suratmu ini. Aku yakin, ada orang-orang yang selalu mengingat dan merindukanmu, jadi tetaplah tersenyum, Ryota.
Untuk menghiburmu
bagaimana kalau aku menceritakan tentang negaraku, INDONESIA. Setelah aku
becerita, mungkin kamu akan sangat penasaran dengan negaraku. Aku hidup di
Indonesia, sebuah negara di Asia Tenggara yang memiliki jumlah penduduk ratusan
jiwa dan memiliki ribuan pulau. Kebetulan aku tinggal di Yogyakarta, sebuah
kota yang sangat menjunjung keramahan dan budaya yang sangat tinggi. Aku
benar-benar suka tinggal di sini, Ryota. Aku akan tunjukkan padamu foto nol
kilometer dan Tugu Jogja yang merupakan landmark
kota jogja. ^_^
Jogja juga memiliki
sebuah gunung yang bernama gunung merapi, merapi merupakan salah satu gunung
berapi paling aktif di dunia. Entah kamu akan percaya atau tidak, ketika gunung
merapi aktif maka gunung-gunung berapi di Indonesia juga akan ikut aktif. Tentu
saja ada mitos-mitos yang menyertai kejadian tersebut.
Bagaimana? Bagus kan
kota Yogyakarta. Tidak kalah dengan Tokyo kan???
Ryota, negaraku
memiliki ratusan suku dan bahasa hal itu membuat negaraku kaya akan budaya. Aku
rasa negaramu juga sangat kaya akan budaya kan, Ryota? Yang membuat aku iri
dengan negaramu adalah mereka sangat menjunjung tinggi budayanya, hal ini
sedikit berbeda dengan negaraku Ryota, banyak sekali orang-orang di negaraku
yang mengabaikan budayanya sendiri dan lebih memilih budaya barat, sangat
ironis memang. Bersyukurlah kamu, Ryota dapat hidup di Jepang.
Aku akan
menunjukkan foto-foto pemandangan yang ada di negaraku Ryota. Kamu pasti akan
senang melihatnya ^_^.
Bagaimana Ryota?
Apakah kamu tertarik untuk berkunjung ke Indonesia? Aku jamin kamu akan
terhibur dan tidak akan bersedih lagi
apabila datang ke Indonesia. Negara yang Indah ini akan menerimamu dengan
tangan terbuka. Aku akan mengajakmu ke tempat-tempat indah itu, Ryota. Sudah
dulu ya Ryota, aku tunggu balasan darimu ^_^. Salam kenal dan salam persahabatan.
Sahabatmu dari
Indonesia
Henker
==================
DETAIL NOVEL BONUS TRACK
==================
DETAIL NOVEL BONUS TRACK
==================
§
Judul: Bonus Track
§
Penerbit: Haru
§
Genre: drama, comedy, fantasy
§
Kategori: Fiksi, Novel Terjemahan
§
Penulis: Koshigaya Osamu
§
Tebal:
380 halaman
§
Harga: Rp 65.000
§
Terbit: November 2014
Sinopsis
Aku sendiri pun terkejut. Aku tidak pernah berpikir
akan menjadi hantu dan bergentayangan.
Kusano Tetsuya bekerja di sebuah restoran hamburger
besar di kotanya. Suatu malam, saat ia pulang kerja sambil mengendarai
mobilnya, ia menjadi saksi tabrak lari. Sebuah mobil sport hitam
melaju dengan kencang, meninggalkan seorang pemuda bertubuh kecil tergeletak di
jalanan di tengah hujan.
Kusano mencoba untuk menolong pemuda itu, bahkan
sampai memberikan napas buatan. Namun semua sudah terlambat. Semalam suntuk ia
harus memberikan pernyataan di kantor polisi.
Gara-gara itu, Kusano demam tinggi dan bahkan
berhalusinasi. Pemuda korban tabrak lari itu muncul di kamarnya, tidur-tiduran
di atas sofanya, dan bahkan berbuat usil!
Tapi, apa itu benar-benar hanya halusinasi?
Halusinasi itu sendiri sih mengaku kalau ia adalah hantu….
Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik
dibandingkan dengan keseluruhan album.
Rabu, 29 Oktober 2014
Les Privat
10/29/2014
2 comments
yuk...
yang berminat untuk les privat atau les di bimbel kami silahkan hubungi 085747728654 (Gunawan).
masalah harga bisa dibicarakan dengan cara bertemu/sms/telepon.
atau mungkin bisa langsung ke tempat kami di jalan mojo 2 no. 427 gendeng, baciro, yogyakarta.
kualitas terjamin !!!
ket:
-tingkat SD, SMP, dan SMA semua mata pelajaran.
-tentor datang ke tempat anda/anda datang ke tempat kami
-jadwal menyesuaikan (menentukan sendiri)
nb: gratis 2 pertemuan awal
yang berminat untuk les privat atau les di bimbel kami silahkan hubungi 085747728654 (Gunawan).
masalah harga bisa dibicarakan dengan cara bertemu/sms/telepon.
atau mungkin bisa langsung ke tempat kami di jalan mojo 2 no. 427 gendeng, baciro, yogyakarta.
kualitas terjamin !!!
ket:
-tingkat SD, SMP, dan SMA semua mata pelajaran.
-tentor datang ke tempat anda/anda datang ke tempat kami
-jadwal menyesuaikan (menentukan sendiri)
nb: gratis 2 pertemuan awal
Minggu, 03 Agustus 2014
Sifat Koligatif Larutan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama
Sekolah : SMA N 1 Kajar
Kelas/Semester
: XII (dua belas)/ I (satu)
Mata
Pelajaran : Kimia
Materi
Pokok : Sifat Koligatif
Larutan
Alokasi
Waktu : 15 menit
I.
Kompetensi Inti SMA Kelas XII:
KI.1.
Mengahayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI.2.Mengahayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI.3.Memahami,
menerapkan, menanalisis dan mengevauasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI.4.
Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri
serta bertindak secara efektif dan
kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
II.
Kompetensi Dasar
3.1.
Menganalisis penyebab adanya fenomena sifat koligatif larutan pada
penurunan tekanan uap, kenikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan
osmosis.
3.2.
Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan non
elektrolit.
III.
Indikator Pencapaian Kompetensi
1.
Memahami pengertian penurunan tekanan uap jenuh
2.
Menyelesaikan perhitungan kimia terkait penurunan tekanan uap jenuh
IV.
Tujuan Pembelajaran
Setah proses
mencari informasi dengan mengidentifikasi, mengamati, menanya, berdiskusi, dan
melaksanakan pengamatan, peserta didik dapat:
1.
Memahami pengertian atau definisi penurunan tekanan uap jenuh
2.
Memahami perhitungan kimia terkait penurunan tekanan uap jenuh
3.
Menyelesaikan perhitungan kimia terkait penurunan tekanan uap jenuh
V.
Materi Pembelajaran
1.
Penurunan Tekanan Uap
a.
Tekanan Uap jenuh
Sifat
koligatif larutan merupakan sifat yang tidak bergantung pada jenis zat
terlarutnya, tetapi bergantung pada jumlah partikel zat terlarut.
Suatu
zat cair dalam ruangan tertutup akan menguap sampai ruangan jenuh. Pada keadaan
jenuh proses penguapan tetap berlangsung, tetapi pengembunan dengan laju yang
sama. Dengan kata lain, terdapat kesetimbangan dinamis antara zat cair dengan
uap jenuhnya yang kemudian disebut dengan tekanan uap jenuh.
Jenis zat dan suhu sangat mempengaruhi
besarnya tekanan uap jenuh. Zat yang memiliki gaya tarik-menarik antar partikel
relatif besar, berarti sukar menguap, mempunyai tekanan uap jenuh relatif
kecil, contohnya garam, gula, dan gliserol. Zat yang memiliki gaya
tarik-menarik antar partikel relatif lemah, berarti mudah menguap, mempunyai
tekanan uap jenuh yang relatif besar, contohnya atsiri, etanol, dan eter. Bila
suhu suatu zat dinaikkan, maka tekanan uap jenuh zat tersebut yang akan
bertambah.
b.
Penurunan Tekanan Uap Jenuh (∆P)
Penurunan
tekanan uap jenuh merupakan selisih antara tekanan uap jenuh pelarut murni
dengan tekanan uap jenuh larutan. Suatu pelarut dilarutkan zat yang tidak mudah
menguap maka tekanan uap jenuh larutan menjadi lebih rendah daripada tekanan
uap jenuh pelarut murni.
∆P = penurunan tekanan uap jenuh
Po
= tekanan uap jenuh pelarut murni
P = tekanan uap jenuh larutan
Untuk
fraksi mol dirumuskan sebagai berikut:
Fraksi
mol zat pelarut,
Keterangan:
nA
= mol zat pelarut
nB
= mol zat terlarut
Fraski
mol zat terlarut, 
XA
+ XB = 1
Makin
banyak zat terlarut, makin besar pula penurunan tekanan uapnya. Besarnya
penurunan tekanan uap (∆P) dirumuskan
oleh Francois M. Raoult sebagai berikut:
Keterangan:
∆P = Penurunan Tekanan Uap Jenuh
PO
= tekanan uap jenuh pelarut murni
P = tekanan uap jenuh larutan
XA
= fraksi mol zat pelarut
XB = fraksi mol zat terlarut
2.
Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan
Nonelektrolit.
Pada
konsentrasi yang sama, larutan elektrolit memberi sifat koligatif lebih besar
daripada larutan nonelektrolit. Zat elektrolit sebagian atau seluruhnya terurai
menjadi ion-ion. Untuk konsentrasi yang sama, larutan elektrolit mengandung
jumlah partikel lebih banyak daripada larutan nonelektrolit. Untuk larutan
elektrolit sendiri, rumus Raoult harus dikalikan dengan faktor ionisasi.
Keterangan:
n
= jumlah ion dari elektrolit
α
= derajat ionisasi elektrolit
Untuk elektrolit kuat pada pengenceran tidak
terhingga harga α = 1, sehingga ruus hanya dikalikan dengan jumlah ion larutan
elektrolit tersebut.
Dalam membandingkan sifat koligatif beberapa
larutan, perly diingat bahwa makin banyak partikel zat terlarut, makin besar
sifat koligatif (∆P, ∆Tf, ∆T b, dan Ï€) yang ditimbulkan. Beberapa
hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1.
Larutan-larutan berkonsentrasi sama.
a.
Larutan elektrolit memiliki harga ∆P, ∆Tf,
∆T b, dan Ï€ yang lebih besar daripada larutan nonelektrolit.
b.
Harga ∆P, ∆Tf, ∆T b, dan
Ï€ makin besar dengan makin banyaknya ion pada larutan elektrolit.
2.
Larutan-larutan berkonsentrasi tidak sama.
Larutan
memiliki harga (n x konsentrasi) paling besar akan memiliki harga ∆P, ∆Tf,
∆T b, dan Ï€ yang juga paling besar.
VI.
Model/Metode Pembelajaran
Model : Pembelajaran Langsung
Pendekatan : Teacher Center
Strategi : Individual Learning
Metode : Ceramah dan tanya jawab
Media : Power Point dan Modul
VII.
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
|
Deskripsi kegiatan
|
Alokasi waktu
|
Pendahuluan
|
- Guru membuka pembelajaran dengan salam
dan dilanjutkan dengan doa
- Guru melakukan presensi
- Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan
sekilas tentang penurunan tekanan uap jenuh: “Apa yang membuat air di daratan
dapat menguap?”
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
|
15 menit
|
Kegiatan
|
Deskripsi kegiatan
|
Alokasi waktu
|
Inti
|
Fase
Mengamati:
-
Guru memperlihatkan tentang penggunaan penurunan tekanan uap jenuh.
Fase Menanya:
- Guru memberikan permasalahan
kepada peserta didik untuk diselesaikan: “Mengapa air di dalam botol yang
ditutup rapat dapat menguap?”. Mengapa jika zat cair yang digunakan berbeda,
maka akan berbeda pula proses penguapannnya?”.
Fase
Mengumpulkan Data:
- Guru meminta peserta didik
untuk mendiskusikan sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh).
Fase
Mengasosiasi:
- Guru membimbing peserta
didik dalam berdiskusi.
- Guru membimbing peserta
didik untuk menyimpulkan penyebab sifat koligatif larutan (penurunan
tekanan uap jenuh)
- Guru membimbing peserta
didik untuk menghubungkan konsentrasi (fraksi mol) dengan sifat koligatif
larutan (penurunan tekanan uap jenuh).
- Guru meminta peserta didik
untuk berlatih menyelesaikan perhitungan kimia terkait sifat koligatif
larutan (penurunan tekanan uap jenuh).
- Guru membimbing peserta
didik untuk menghubungkan fenomena penguapan air laut dengan teori dan
perhitungan sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh).
Fase
Mengkomunikasikan:
-
Guru meminta peserta didik untuk membuat hasil kerjanya dan
mempresentasikan di depan kelas.
|
60 menit
|
Kegiatan
|
Deskripsi kegiatan
|
Alokasi waktu
|
Penutup
|
- Guru mempersilahkan peserta didik bertanya
mengenai materi yang telah disampaikan.
- Guru menjawab pertanyaan peserta didik
- Guru memberikan kesimpulan berdasarkan
pembelajaran yang telah dilakukan.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa
dan salam.
|
15
menit
|
VIII.
Media, Sumber, dan Alat Pembelajaran
1.
Media :
Power point
2.
Sumber :
Buku pegangan kimia untuk SMA kelas XII,
Lembar Kerja Siswa (LKS)
3.
Alat dan Bahan :
Papan tulis, spidol, penghapus, LCD
IX.
Penilaian
No
|
Aspek
|
Mekanisme dan prosedur
|
Instrumen
|
Keterangan
|
1
|
Sikap
(Afektif)
|
-
Pengamatan
guru dalam kelas
|
-
Lembar
observasi (penilaian afektif)
|
|
2
|
Pengetahuan
(Kognitif)
|
-
Penugasan
-
Tes
tertulis
|
-
Soal
postest (LKS)
-
Portofolio
|
|
3
|
Ketrampilan
(Psikomotorik)
|
-
Eksperimen
-
Laporan
|
-
Eksperimen
|
Lembar
Penilaian Afektif
N
O
|
Nama Siswa
|
Aspek yang dinilai
|
Skor
|
|||||||||||
Mengajukan Pertanyaan
|
Menjawab
Pertanyaan
|
Memberikan
Pendapat
|
||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
1
|
||||||||||||||
2
|
||||||||||||||
3
|
||||||||||||||
4
|
||||||||||||||
5
|
||||||||||||||
6
|
||||||||||||||
7
|
||||||||||||||
Keterangan:
Aspek yang Dinilai
|
Diskriptor
|
Skor
|
Mengajukan pertanyaan
|
Siswa dapat mengajukan pertanyaan tetapi menyimpang
dari materi yang dipelajari
|
1
|
Siswa dapat mengajukan pertanyaan sesuai dari materi
yang dipelajari
|
2
|
|
Siswa dapat mengajukan pertanyaan sesuai dari materi
yang dipelajari dengan jelas
|
3
|
|
Siswa dapat mengajukan pertanyaan sesuai dari materi
yang dipelajari dengan jelas, tepat dan logis
|
4
|
|
Menjawab Pertanyaan
|
Siswa dapat menjawab pertanyaan tetapi salah
|
1
|
Siswa dapat menjawab pertanyaan tetapi kurang tepat
|
2
|
|
Siswa dapat menjawab pertanyaan dengan jelas
|
3
|
|
Siswa dapat menjawab pertanyaan dengan jelas ,
tepat dan logis
|
4
|
|
Memberikan Pendapat
|
Siswa dapat memberikan pendapat tetapi menyimpang
dari materi yang dipelajari
|
1
|
Siswa dapat memberikan pendapatnya sesuai
dengan materi yang dipelajari
|
2
|
|
Siswa dapat memberikan pendapatnya sesuai
dengan materi yang dipelajari dengan jelas
|
3
|
|
Siswa dapat memberikan pendapatnya sesuai
dengan materi yang dipelajari dengan jelas, tepat dan logis
|
4
|
A = Amat Baik
(70-100)
B = Baik
(50-69)
C = Cukup
(30-49)
D = Kurang
(<29)
Yogyakarta,
17 Februari 2014
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru
Mata Pelajaran
Ahmad
Mukhlas
Langganan:
Postingan (Atom)









.jpg)
.jpg)

.jpg)




.jpg)

.jpg)
.jpg)








